Pemakaian Energi

Tahukah Anda bahwa pemakaian energi terbesar dalam sebuah hunian adalah pendingin (AC, kulkas, dlsb)?

Dalam catatan pemakaian energi terbesar dalam sebuah hunian adalah pendingin.

Apakah benar pemakaian energi terbesar yang digunakan adalah pendingin. Mari kita simak informasi dibawah ini

Pemakaian energi terbesar di Indonesia
Energi yang digunakan di Indonesia

Sebagai informasi untuk di Indonesia sendiri secara data yang ditampilkan di atas adalah yang pertama di Kulkas, lalu pada AC. Dengan bantuan automation yang telah berkembang saat ini, pemakaian energi terbesar dapat di tekan menjadi lebih efisien. Sedangkan untuk biaya automation pada saat ini sudah terbilang terjangkau.

Pada 23 Januari 2006 sekitar seperenam dari total tenaga listrik yang di produksi di Amerika Serikat pada gedung-gedung ber AC telah meningkat rating efisiensi energi. Ini adalah fakta yang kita sadari. Peningkatan pemakaian energi efisiensi akan membantu dalam mengurangi tagihan energi serta polusi.

Tingkat pendingin berdasarkan jumlah energi yang digunakan secara efektif. Energi yang efisien ditetapkan sebagai standar dasar mesin yang ramah terhadap lingkungan. Dengan tingkat pendingin dan berdasarkan jumlah energi seperti halnya AC, Kulkas, Chiller, dlsb digunakan secara efektif.

Kekhawatiran mengenai lingkungan telah meningkat, jumlah pada mesin AC juga sudah naik. Sedangkan pada tahun 1992 pengamat melihat standar efisiensi dengan minimum adalah 10. Pada tahun 2006 telah disahkan undang-undang baru efisiensi yang ditetapkan pada angka 13, dengan kenaikan ini berarti telah meningkat efisiensi pendingin 30 persen lebih besar.

Pemakaian energi terbesar untuk mesin efisiensi pada pendingin sebuah hunian memang dianggap memakan investasi lebih tinggi di awal, tapi efektif biaya dalam jangka panjang akan mampu membuat lebih hemat pada tagihan penggunaan energi.

Pada beberapa tahun ke depan di tahun 2030 energi yang dikonsumsi seperti halnya AC, kulkas, chiller, dlsb akan menjadi lebih hemat. Sehingga energi tersebut dapat digunakan secara efektif lebih banyak lagi kepada masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *